STUDI KRITIS TERHADAP PEMIKIRAN MAHMUD MUHAMMAD TAHA TENTANG KONSEP NASAKH AL-QUR’AN

Authors

  • Muhammad Al Fikri UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi
  • Ahmad Mustaniruddin UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

DOI:

https://doi.org/10.30631/tjd.v20i2.230

Keywords:

Mahmud Muhammad Taha, Makki-Madani, Nasakh

Abstract

This article discusses one of the topics of the study of the Qur'anic science which was developed by one of the contemporary thinkers, namely Mahmud Muhammad Taha. He considered that the Islamic teachings contained in the madaniyah verses were irrelevant at this time because they contained values ​​that were less tolerant and even radical. Meanwhile, the Makiyah verses contain fundamental values ​​such as justice, equality, tolerance, democracy, and human rights. So, according to him, madaniyah verses need to be replaced with these makiyah verses. With such an inverted nasakh concept, he wants to carry out an evolution of sharia where according to him sharia is something historical that can change according to the situation and conditions that require it. The concept of nasakh al-Qur'an developed by Taha is different from the concept of nasakh agreed upon by the majority of scholars. Therefore, based on the critical analysis in this article, it can be said that the nasakh Taha concept still has a number of epistemological problems so that it is not valid for use in interpreting the verses of the Qur'an.

 

Artikel ini mendiskusikan tentang topik kajian ilmu al-Qur’an yang dikembangkan oleh salah satu tokoh pemikir kontemporer yaitu Mahmud Muhammad Taha. Ia menilai bahwa ajaran Islam yang terkandung dalam ayat-ayat madaniyah tidak Sesuai dengan nilai – nilai kemanuasiaan dan masyarakat modern karena ayat madaniyah mengandung nilai radikalisme dan berlawanan dengan hak asasi manusia. Sementara ayat-ayat makiyah berisi tentang nilai-nilai fundamental seperti keadilan, kesetaraan, toleransi, demokrasi, dan HAM. Sehingga, menurutnya, ayat-ayat madaniyah perlu di-nasakh dengan ayat-ayat makiyah tersebut. Dengan konsep nasakh terbalik seperti demikian ia ingin melakukan evolusi terhadap syariat di mana menurutnya syariat merupakan sesuatu yang bersifat historis yang dapat berubah sesuai situasi dan kondisi yang menghendakinya. Konsep nasakh al-Qur’an yang dikembangkan oleh Taha tersebut berbeda dengan konsep nasakh yang disepakati oleh mayoritas ulama. Oleh karena itu, berdasarkan analisis kritis dalam artikel ini dapat dikatakan bahwa konsep nasakh Taha tersebut masih terdapat sejumlah permasalahan epistemologis sehingga tidak valid untuk digunakan dalam penafsiran al-Qur’an.

References

Al-Ghazali, Abu Hamid, Al-Mustashfa Min ’Ilm Al-Ushul (Kairo: Maktabah al-Jayyidah)

Al-Qaththan, Manna’, Mabahits Fi ’Ulum Al-Qur’an (Beirut: Dar al-Fikr, 1990)

Al-Suyuthi, Jalaluddin, Al-Itqan Fi Ulum Al-Qur’an, trans. by Farikh Marzuki (Surabaya: Bina Ilmu, 2008)

Al-Thabari, Ibn Jarir, Tafsir Al-Thabari (Madinah: Badr Hijr, 1886), VII

An-Naim, Abdullah Ahmad, Dekonstruksi Syari’ah: Wacana Kebebasan Sipil, Hak Asasi Manusia Dan Hubungan Internasional Dalam Islam, trans. by Amiruddin Arrani Ahmad Suaedy (Yogyakarta: LKiS, 2012)

Gusmian, Islah, Khazanah Tafsir Indonesia (Yogyakarta: LKiS, 2013)

Katsir, Ibn, Tafsir Al-Qur’an Al-’Azhim (Kairo: Maktabah al-Tijjariyah al-Kubra, 1935), I

Mustaqim, Abdul, Epistemologi Tafsir Kontemporer (Yogyakarta: LKiS, 2010)

Mustaqim, Abdul, and Dkk, Melihat Kembali Studi Al-Qur’an: Gagasan, Isu Dan Tren Terkini (Yogyakarta: Idea Press, 2015)

Qardhawi, Yusuf, Al-Qur’an Berbicara Tentang Akal Dan Ilmu Pengetahuan, trans. by Irfan Salim (Jakarta: Gema Insani, 1998)

RI, Departemen Agama, Al-Qur’an Al-Karim Dan Terjemahannya (Semarang: Toha Putra, 1996)

Shihab, Muhammad Quraish, Ayat-Ayat Fitnah (Jakarta: Lentera Hati, 2008)

———, Wawasan Al-Qur’an: Tafsir Mawdhu’iy Atas Berbagai Persoalan Umat (Bandung: Mizan, 1996)

Taha, Mahmud Muhammad, Arus Balik Syari’ah, trans. by Nur Rachman (Yogyakarta: LKiS, 2003)

Thomas, Edward, ‘Mahmud Muhammad Taha: His Life in Sudan’ (Edinburgh University, 1999)

Wafa, Muhammad, Ta’arudh Al-Adillah Al-Syar’iyyah Min Al-Kitab Wa Al-Sunnah Wa Al-Tarjih Bainaha (Kairo: Al-Muttanabi, 1992)

WAMY, Lembaga Pengkajian dan Penelitian, Al-Mausu’ah Al-Muyassar Fi Al-Adyan Wa Al-Madzahib Al-Mu’ashirah (Riyadh: WAMY, 2008)

Zuhaili, Wahbah, Ushul Al-Fiqh Al-Islami (Beirut: Dar al-Fikr, 2001), II

Downloads

Published

2021-12-28

How to Cite

Fikri, M. A., & Mustaniruddin, A. (2021). STUDI KRITIS TERHADAP PEMIKIRAN MAHMUD MUHAMMAD TAHA TENTANG KONSEP NASAKH AL-QUR’AN. TAJDID: Jurnal Ilmu Ushuluddin, 20(2), 431–455. https://doi.org/10.30631/tjd.v20i2.230