PEMAHAMAN HADIS NAHDLATUL ULAMA TENTANG HUKUM SALAM LINTAS AGAMA

Authors

  • abdul haris UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.30631/tjd.v18i2.98

Keywords:

Hadis, NU, Lintas Agama

Abstract

In the Indonesian context, the understanding of hadith is also carried out by various Muslim communities in Indonesia which in this case are the Nahdlatul Ulama community or abbreviated as NU. In connection with this, lately there was a polemic about the practice of greeting from various religious traditions carried out by officials. Along with the diversity of society, the pros and cons are inevitable. Discussions in the public room were increasingly busy responding to the issue. In this condition, the East Java Nahdlatul Ulama (PWNU) Regional Board was called to attend to study it scientifically as part of his sermon to the people, nation and state. The author tries to reveal about how the general understanding of the hadith? And how is the understanding of the hadith among the Nahdlatul Ulama religious community. In this case the hadith about greetings across religions in the context of national and state life.

 

Dalam konteks Indonesia, pemahaman terhadap hadis juga dilakukan oleh berbagai komunitas muslim di Indonesia yang dalam hal ini adalah komunitas Nahdlatul Ulama atau disingkat NU. Bekaitan dengan hal itu, belakangan terjadi polemik praktek pengucapan salam dari berbagai tradisi agama yang dilakukan oleh para pejabat. Seiring kemajemukan masyarakat, pro kontra pun tidak terhindarkan. Diskusi diruang publik pun semakin ramai merespon isu tersebut. Dalam kondisi demikian Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur terpanggil hadir untuk mengkajinya secara ilmiah sebagai bagian khidmahnya kepada masyarakat, bangsa dan negara. Penulis berusaha mengungkap tentang bagaimanakah pemahaman hadis secara umum? Serta bagaimana pemahaman hadis dikalangan komunitas keagamaan Nahdlatul Ulama. Dalam hal ini hadis tentang salam lintas agama dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara.

References

Baʻlabakkī, Munīr, and Rūḥī Baʻlabakkī. Al-Mawrid Dictionary: English-Arabic, Arabic-English. Beirut: Dar El-Ilm LilMalayin, 2004.
Bisri, H. A. Mustofa. 3 Pedoman Warga NU. Jakarta: Yayasan Mata Air dan Majma‟ Buhuts An-Nahdliyah, 2010.
Federspiel, Howard M, and Yudian W Asmin. Persatuan Islam: pembaharuan Islam Indonesia abad XX. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 1996.
Ilyas, Yunahar, and M Mas’udi. Pengembangan Pemikiran Terhadap Hadis. Yogyakarta: LPPI UMY, 1996.
Ismail, Syuhudi. Cara Praktis Memahami Hadis. Jakarta: Bulan Bintang, 1991.
“Keputusan Bahtsul Masail Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur Tentang Hukum Salam Lintas Agama,” November 2019.
Muzadi, A. Muchith. Mengenal Nahdlatul Ulama. Surabaya: Khalista, 2006.
Najwa, Nurun. Ilmu Ma’anil Hadis Metode Pemahaman Hadis Nabi: Teori Dan. Aplikasi. Yogyakarta: Cahaya Pustaka, 2008.
Noer, Deliar. Gerakan Moderen Islam Di Indonesia 1900 - 1942. Jakarta: LP3ES, 1980.
N.U. (Organization), eds. Solusi Problematika Aktual Hukum Islam: Keputusan Muktamar, Munas, Dan Konbes Nahdlatul Ulama, 1926-2004 M = [Ahkamul Fuqaha: Fi Muqarrarāt Muʼtamar Nahdlatul Ulama]. Cet. 3. Surabaya: Lajnah Ta’lif wan Nasyr Jawa Timur : Khalista, 2007.
Qurthubi, Abu Abdillah Muhammad bin Ahmad al-. al-Jami’ li Ahkam al-Qur’an. Vol. XI. XXIII vols. Riyadh: Dar ‘Alam al-Kutub, 2003.
Shihab, M. Quraish. “Kata Pengantar” Dalam Muhammad al-Ghazali, Studi Kritis Atas Hadis Nabi, Terj. M. Al-Baqir. Bandung: Mizan, 1989.
Suryadi. Metode Kontemporer Memahami Hadis Nabi. Yogyakarta: Sukses Offset, 2018.
Zahro, Ahmad. Tradisi intelektual NU: Lajnah Bahtsul Masa’il, 1926-1999. Cet. 1. Yogyakarta: LKiS, 2004.

Downloads

Published

2020-12-14

How to Cite

haris, abdul. (2020). PEMAHAMAN HADIS NAHDLATUL ULAMA TENTANG HUKUM SALAM LINTAS AGAMA. TAJDID: Jurnal Ilmu Ushuluddin, 18(2), 209–232. https://doi.org/10.30631/tjd.v18i2.98