HISTORY OF JOURNAL

Sejarah Jurnal Tajdid

Tajdid didirikan pertama kali pada 2001 dengan nama Tajdid: Media Informasi dan Pengembangan Ilmu-Ilmu Agama dengan Abdul Halim sebagai Editor dan Arifullah sebagai Editor Pelaksana. Penerbitan awal dalam beberapa tahun Tajdid belum memiliki nomor ISSN. Sehubungan dengan adanya kebijakan LIPI mengenai kewajiban nomor ISSN pada setiap terbitan, maka pada 29 Mei 2007 Tajdid didaftarkan ke LIPI untuk memperoleh ISSN dan memperoleh nomor ISSN: 1412-7849 yang pada saat itu masih dalam versi cetak. Terbit pertama kali dengan Volume I No. 1 dan 2, 2001. Pada 2005, jurnal Tajdid sempat tidak menerbitkan artikel karena langkanya penulis sehingga ada selisih antara nomor Volume dan angka tahun yakni pada 2006 terbit lagi dengan identitas Volume VII No. 1 dan 2.

Perubahan Susunan Pengelola, Nama, dan ISSN Tajdid

Pada 2009, pengelolaan Tajdid mengalami perubahan di mana sejak tahun ini Tajdid dipimpin oleh Badarussyamsi sebagai Chief Editor. Sampai tahun 2011, Tajdid masih berupa terbitan versi cetak dan belum merupakan terbitan online. Perkembangan regulasi tentang terbitan jurnal mengakibatkan lahirnya ketentuan tentang spesifikasi jurnal yang harus menunjukkan rumpun keilmuan dari lembaganya. Badarussyamsi melakukan konsultasi dengan Diktis Kemenag tentang rumpun keilmuan yang harus menjadi penciri dari jurnal Tajdid. Sebagai hasil konsultasi tersebut maka Badarussyamsi mengubah nama jurnal dari Tajdid: Media Informasi dan Pengembangan Ilmu-Ilmu Agama menjadi Tajdid: Jurnal Ilmu Ushuluddin.

Dengan nama Tajdid: Jurnal Ilmu Ushuluddin, pada 2014 Badarussyamsi mendaftarkan kembali jurnal ini untuk memperoleh ISSN baru sehingga pada 2015 keluarlah ISSN baru Tajdid: Jurnal Ilmu Ushuluddin dengan nomor p-ISSN: 2502-3063 (media cetak). Tidak lama kemudian pada tahun 2015, Tajdid: Jurnal Ilmu Ushuluddin kembali didaftarkan untuk memperoleh ISSN online sehingga pada 2016 keluarlah e-ISSN Tajdid: Jurnal Ilmu Ushuluddin dengan nomor e-ISSN 2541-5018 (media online).

Sebagai persyaratan akreditasi di mana komposisi penulis jurnal harus 80% merupakan penulis luar, maka sejak 2013 Tajdid telah dirancang untuk menyaring artikel dari penulis luar. Sesuai dengan namanya Tajdid: Jurnal Ilmu Ushuluddin, Jurnal ini menerima artikel dengan latar belakang keilmuan Ushuluddin dan Pemikiran Islam yang jangkauan kajiannya antara lain; Kalam atau Teologi, Filsafat, Tasawuf, dan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir.

Migrasi Tajdid dari OJS 2 ke OJS 3

Sejak 2018,  Tajdid: Jurnal Ilmu Ushuluddin melakukan migrasi dan upgrade OJS dari OJS 2 ke OJS 3. Alasan utama migrasi adalah website rumah jurnal UIN STS Jambi – di mana alamat url atau link Tajdid terkait di dalamnya – sering mengalami down dan terakhir mengalami collapse sehingga seluruh data online Tajdid hilang. Alasan lainnya adalah para Editor, Reviewer, dan Author merasa lebih mudah di dalam pengelolaan, revisi, dan juga pengiriman artikel jurnal.
Alamat url atau link Tajdid yang lama adalah: http://e-journal.iainjambi.ac.id/index.php/tajdid/index
Alamat url atau link Tajdid yang baru adalah: https://tajdid.uinjambi.ac.id/index.php/tajdid