RASIONALITAS BARAT DAN PENGARUHNYA TERHADAP STUDI HADIS

Authors

  • Taufik Kurahman Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.30631/tjd.v21i1.221

Keywords:

munkir al-sunnah, rationality, hadith studies

Abstract

Rationality has a very significant role as a measure of knowledge. Knowledge is declared valid if it is in accordance with the positivist ratio, which means that something true is one that can be proven empirically. The rationality that emerged as a critique of the Church’s absolute religious doctrine grew widely, even entering into Islamic studies, including the study of hadith. The use of rationality in hadith studies in turn has a major influence. This research aims to see and understand how the emergence of positivist rationality in the West, its development which includes the study of hadith, and the influence of rationality on Muslim scholars in viewing and understanding hadith. This article is in the form of library research with documentation techniques, which means that data collection is done by looking at various reports or scientific research results such as books, articles, official notes, and so on. The collected data were analyzed by a descriptive technique which aims to make a systematic, factual, and accurate description of the data. While the approach used is the philosophy of science, especially ontology. With this approach, this study found that the ontological status of science in the West is one of the factors why only the empirical world can be justified. By using positivist rationality in Islamic studies that have many metaphysical dimensions, there is a rejection of Islamic religious knowledge. Some Muslim scholars who are influenced by Western rationality reject some, even all of the existence and authenticity of hadith.

 

Rasionalitas menduduki peran yang sangat signifikan sebagai tolok ukur suatu pengetahuan. Pengetahuan dinyatakan valid jika sesuai dengan rasio positivis, yang berarti sesuatu yang benar adalah yang dapat dibuktikan secara empiris. Rasionalitas yang muncul sebagai kritik terhadap doktrin keagamaan mutlak Gereja berkembang dengan sangat luas, bahkan memasuki studi keislaman, termasuk studi hadis. Penggunaan rasionalitas dalam studi hadis pada gilirannya membawa pengaruh besar. Penelitian ini bertujuan untuk melihat dan memahami bagaimana kemunculan rasionalitas positivis di Barat, perkembangannya yang meliputi studi hadis, serta pengaruh rasionalitas terhadap para cendekiawan muslim dalam memandang dan memahami hadis. Penelitian ini berupa kajian pustaka dengan teknik dokumentasi, yang berarti pengumpulan data dilakukan dengan melihat berbagai laporan atau hasil penelitian ilmiah berupa buku, artikel, catatan resmi dan lain sebagainya. Data yang terkumpul dianalisis dengan teknik deskriptif yang bertujuan untuk membuat gambaran secara sistematis, faktual, dan akurat terhadap data. Untuk membedah data tersebut digunakan pendekatan filsafat ilmu, khususnya ontologi. Dengan pendekatan tersebut, penelitian ini menemukan bahwa status ontologis sains di Barat menjadi salah satu faktor mengapa hanya dunia empiris yang dapat dipertanggungjawabkan. Dengan menggunakan rasionalitas positivis ke dalam kajian keislaman yang memiliki banyak dimensi metafisik, maka terjadi penolakan terhadap pengetahuan-pengetahuan keagamaan Islam, khususnya hadis. Beberapa cendekiawan muslim yang terpengaruh rasionalitas Barat menolak sebagian, bahkan seluruh eksistensi dan autentisitas hadis.

References

Abu Daud, Sulaiman bin al-Asy’ats. Sunan Abi Daud. Riyadh: Dar al-Hadharah li al-Nasyr wa al-Tauzi’, 2010.

Afwadzi, Benny. “Epistemologi Inkar al-Sunnah: Telaah Pemikiran Kassim Ahmad.” Al-Furqan 1, no. 2 (2018): 121–44.

Al-Bukhārī, Muhammad bin ’Ismail. Shahīh al-Bukhārī. Beirut: Dar Ibn Katsir, 2002.

“Al-Kamal fii Asma’ al-Rijal-al-Mauqi` al-Rasmi li al-Fadhilah al-Syaikh ’Abd al-Karim bin ’Abd Allah al-Khudair.” Diakses 2 November 2020. https://shkhudheir.com/book-detector/1280364323.

Anggoro, Taufan. “Analisis Pemikiran Muhammad Syuhudi Ismail dalam Memahami Hadis.” Diroyah : Jurnal Studi Ilmu Hadis 3, no. 2 (2019): 93–104.

Brown, Jonathan A. C. Hadith: Muhammad’s Legacy in the Medieval and Modern World. Foundations of Islam. Oxford: Oneworld Publ, 2011.

Darussamin, Zikri. “Kassim Ahman Pelopor Inkar Sunnah di Malaysia.” Alfikra: Jurnal Ilmiah Keislaman 8, no. 1 (2009): 34.

Faizin, Hamam. “Kritik Matan Hadis Menurut James Robson.” Jurnal Studi Ilmu-ilmu Al-Qur’an dan Hadis 12, no. 1 (Januari 2011): 84–114.

Hasan, Farid. “Telaah Kritis atas Pemikiran Zakaria Ouzon.” Millati: Journal of Islamic Studies and Humanities 1, no. 2 (15 Desember 2016): 209–26. https://doi.org/10.18326/mlt.v1i2.209-226.

Ibnu Majah. Sunan Ibn Majah. Riyadh: Bait al-Afkar al-Dauliyyah, t.t.

Idri. Hadis dan Orientalis: Perspektif Ulama Hadis dan Para Orientalis tentang Hadis Nabi. Depok: Kencana, 2017.

Magnis-Suseno, Franz. Pijar-Pijar Filsafat: dari Gatholoco ke Filsafat Perempuan, dari Adam Müller ke Postmodernisme. 7 ed. Yogyakarta: Penerbit Kanisius, 2018.

Mahfudh, Hasan. “Hermeneutika Hadis Zakaria Ouzon.” Mutawatir : Jurnal Keilmuan Tafsir Hadith 4, no. 2 (Desember 2014): 309–23.

Mukholik, Ayis. “Herbert Berg dan Verifikasi Otentisitas Hadis Dalam Kitab Tafsir Jami’ al-Bayan fi Tafsir Al-Qur’an.” Millati: Journal of Islamic Studies and Humanities 2, no. 1 (24 Agustus 2017): 21–40. https://doi.org/10.18326/mlt.v2i1.21-40.

Mulyadhi, Kartanegara. Menyibak Tirai Kejahilan: Pengantar Epistemologi Islam. Bandung: Mizan Pustaka, 2003.

Muslim bin al-Ḥajjāj. Ṣaḥīḥ Muslim. Riyadh: Dār al- Ḥaḍārah li al-Nasyr wa al-Tauzī`, 2015.

Muzairi. Filsafat Ilmu. Yogyakarta: Kalimedia, 2020.

Nurmahni. “Ahmad Amin: Kritik dan Pemikirannya Tentang Hadis.” Jurnal Khatulistiwa 1, no. 1 (2011): 79–88.

Ouzon, Zakaria. Jināyah al-Bukhārī: Inqāż al-Dīn min Imām al-Muhaddiṡīn. Beirut: Riad El-Rayyes Book, 2004.

———. Jināyah al-Syāfi`ī: Takhlīṣ al-Ummah min Fiqh al-Aimmah. Beirut: Riad El-Rayyes Book, 2005.

———. Jināyah Sibawaih: al-Rafḍ al-Tām limā fī al-Nahw min al-Awhām. Beirut: Riad El-Rayyes Book, 2002.

Raihan. Metodologi Penelitian. Jakarta: Universitas Islam Jakarta Press, 2017.

Rohmansyah. “Hadits dan Sunnah dalam Perspektif Ignaz Goldziher.” Ulul Albab 16, no. 2 (2015): 235–48.

S H Alshahri, Mohammed. “A Critical Study of Western Views on Hadith with Special Reference to The Views of James Robson and John Burton.” Disertasi, University of Birmingham, 2011.

Saad, Mukhlisin. “Pemikiran Mehdi Golshani Tentang Dialektika Agama dan Sains.” Teosofi 6, no. 2 (2016): 330–54.

Sofwan, Nurkholis. “Kontroversi Pemikiran Hadits Mahmud Abu Rayyah (Sebuah Kajian Kritis-Komparatif).” Al-Ashriyyah 5, no. 2 (2019): 73–89.

Supian, Aan. “Studi Hadis di Kalangan Orientalis.” Nuansa 9, no. 1 (2016): 25–34.

Susanto, A. FIlsafat Ilmu: Sebuah Kajian dalam Dimensi Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis. II. Jakarta: PT Bumi Aksara, 2011.

Susmihara. “Sejarah Perkembangan Orientalis.” Rihlah 5, no. 1 (2017): 41–53.

Sutarto, Dendi. “Konflik Antara Agama dan Sains Dalam Perspektif Filsafat Sosial.” Trias Politika 2, no. 1 (2018): 29–39.

Syarif, Edwin. “Pergulatan Sains dan Agama.” Refleksi 13, no. 5 (2013): 641–54.

Waston. “Hubungan Sains dan Agama: Refleksi Filosofis atas Pemikiran Ian G. Barbour.” Profetika 15, no. 1 (2014): 76–89.

Wazna, Ruhama. “Metode Kontemporer Menggali Otentisitas Hadis (Kajian Pemikiran Harald Motzki).” Jurnal Ilmiah Ilmu Ushuluddin 17, no. 2 (1 Desember 2018): 112–25. https://doi.org/10.18592/jiu.v17i2.2243.

Zahra, Yulia. “Antara Otoritas Agama dengan Kebebasan Berpikir Galileo Galilei.” ’ADALAH 4, no. 4 (3 Agustus 2020). https://doi.org/10.15408/adalah.v4i4.16771.

Zamawi, Bahrudin. “Kritik Hadis Zakaria Ouzon.” Al-Mada: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya 2, no. 1 (2019): 36–48.

Downloads

Published

2022-06-13

How to Cite

Kurahman, T. (2022). RASIONALITAS BARAT DAN PENGARUHNYA TERHADAP STUDI HADIS. TAJDID: Jurnal Ilmu Ushuluddin, 21(1), 1–25. https://doi.org/10.30631/tjd.v21i1.221