IDEOLOGICAL BIASES IN THE QURANIC EXEGESIS:

Nawawi al-Bantani and Muhammad Uthaimin’s Views on Heresy

Authors

  • Ahmad Fawaid Universitas Nurul Jadid Probolinggo
  • Viatul Karimah Universitas Nurul Jadid Probolinggo

DOI:

https://doi.org/10.30631/tjd.v21i1.239

Keywords:

heresy, ideological biases, Nawawi al-Bantani, al-‘Uthaimin

Abstract

This paper aims to figure out Nawawi al-Bantani and Muhammad al-‘Uthaimin about the heresy verses in the Qur’an. This research stems from the problem of the scholar’s views and responses to the traditions that are considered heretical. From this controversy, this article attempts to analyze the meaning of heresy in Nawawi’s interpretation of Marāḥ Labīd and Muhammad al-‘Uthaimin’s interpretation of the Tafsīr Qur’ān al-Karīm. These two works of interpretation represent two different religious schools and regions. By using descriptive-analytical and comparative methods, this study produced two findings, 1) the mazhabiyyah paradigm adopted by the mufassir greatly influenced the results of tafsir; 2) despite using the same method of monitoring the Qur’an, both Nawawi al-Bantani and Muhammad al-‘Uthaimin made different restrictions because of their ideological influence. The results of this study also show that Nawawi al-Bantani in the interpretation of Marāḥ Labīd and the control of Muhammad al-‘Uthaimin in the interpretation of the Qur’an al-Karim about heresy in the Qur’an have different connotations. From the socio-historical context, the resources, methods, and styles used to have a significant influence so as to produce differences and similarities in the verse about heresy. The position of this research is the finding of Afif Suaidi (2021) regarding ideological tendencies in transliterating the Koran that the variety and translation of the Koran is caused by the religious understanding adopted by the author and aims to support ideology in its interpretation.

 

Tulisan ini bertujuan mengkaji penafsiran Nawawi al-Bantani dan Muhammad al-‘Utsaimin tentang ayat-ayat bid’ah. Penelitian ini berangkat dari perdebatan para ulama’ tentang sikap dan respon mereka terhadap sejumlah tradisi yang dianggap bid’ah. Berangkat dari kontroversi tersebut, artikel ini berusaha menganalisis makna bid’ah dalam tafsir Marāḥ Labīd karya Nawawi dan Tafsīr al-Qur’ān al-Karīm karya Muhammad al-‘Uthaimin. Dua karya tafsir ini merepresentasikan dua aliran keagamaan dan kawasan yang berbeda. Dengan menggunakan deskriprif-analitis dan metode komparatif, penelitian ini menghasilkan dua temuan, 1) bahwa paradigma mazhabiyyah yang dianut oleh mufassir sangat mempengaruhi pada hasil penafsirannya; 2)  meski menggunakan metode yang sama dalam menafsirkan al-Qur’an, baik Nawawi al-Bantani dan Muhammad al-‘Uthaimin mengasilkan penafsiran yang berbeda karena dipengaruhi ideologinya. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa penafsiran Nawawi al-Bantani dalam tafsir Marāḥ Labīd dan penafsiran Muhammad al-‘Uthaimin dalam Tafsīr al-Qur’ān al-Karīm tentang bid’ah dalam al-Qur’an memiliki konotasi yang berbeda. Dari konteks sosio-historis, sumber penafsiran, metode, dan corak yang digunakan memberikan pengaruh signifikan sehingga menghasilkan perbedaan serta persamaan dalam penafsiran ayat tentang bid’ah. Posisi penelitian ini adalah menegaskan temuan Afif Suaidi dkk (2021) tentang tendensi ideologis dalam transliterasi al-Qur’an bahwa ragam penafsiran maupun terjemahan atas al-Qur’an disebabkan oleh pemahaman keagamaan yang dianut penulisnya dan bertujuan mempromosikan ideologi tertentu dalam tafsirnya.

References

Al-'Utsaimin, Muhammad bin Sholih, Al-Hujurat-Al-Hadid (Unaizah: dar al-Syria, 1929)

———, Lumatul i’tiqad (Riyadh: Maktabah Adhwa’ as-Salaf, 1995)

———, Tafsīr al-Qur’ān al-Karīm Surah Al-An’am (Unaizah, Riyadh: Dar Ibn al-Jauzi, 1929)

———, Tafsīr al-Qur’ān al-Karīm Surah Al-Kahfi (Dar Ibn al-Jauzi)

———, Tafsir Surah Al-Fatihah (Unaizah, 1929)

Al-Jawi, Muhammad bin ‘Umar Nawawi, Marāḥ Labīd, ed. by Muhammad Amin Al-Dhannawi, juz 2 (Beirut-Lebanon: Dar al-Kotob al-Ilmiyah, 1997)

———, Marāḥ Labīd, ed. by Muhammad Amin Al-Dhannawi, juz 1 (Beirut-Lebanon: Dar al-Kotob al-Ilmiyah, 1997)

Anshari, Zaidan, ‘KONSEP BID’AH HASANAH (Perpspektif Maqashid Al-Syathibi d an Ibnu ‘ Asyur)’, Ilmu Ushuluddin, 17.1 (2018), 30–43 <https://doi.org/10.18592/ilmu>

Anwar, Mubasir, ‘“ HADIS BID ‘ AH DAN POLEMIK INTERPRETASI DI MASYARAKAT “‘, Jurnal Al Ghazali, 3.1 (2020), 47–73

Arwansyah bin Kirin, Siti Marpuah Muhammad Masruri, ‘HADIS DA’IF DAN MAWDU’ DALAM KITAB NASA’IH AL-’IBAD OLEH NAWAWI BANTEN : ANALISA TERHADAP KONTEN HADIS’, HUDAN LIN-NĀS Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 2.1 (2021), 1–19

As-Said, Syaikh Sholah Mahmud, ‘Fatwa al-‘Uthaimin’, Fatwa Syaikh al-‘Uthaimin (PUSTAKA AS-SIUNNAH), pp. 1–874

Atabik, Ahmad, ‘CORAK TAFSIR AQIDAH ( Kajian Komparatif Penafsiran Ayat-Ayat Aqidah )’, ESENSIA, 17.2 (2016), 209–23

Audah, Cecep Fuad, ‘ESOTERISME DALAM TAFSIR AL-’UTSAIMĪN (Studi Atas Dimensi Sufistik Dalam Tafsir Al-’Utsaimîn)’ (INSTITUT ILMU AL-QUR’AN (IIQ) JAKARTA, 2019)

Bahary, Ansor, ‘TAFSIR NUSANTARA : Studi Kritis Terhadap Marāḥ Labīd Nawawi Al Bantani’, Ulul Albab, 16.2 (2015), 176–90

Burhanuddin, Mamat S, and Saifuddin Zuhri Qudsy, ‘Kajian Kontemporer Terhadap Karya Nawawi Al- Bantani’, DINIKA Academic Journal of Islamic Studies, 4.1 (2019), 83–102 <https://doi.org/10.22515/dinika.v4i1.2061>

Daryono, Dini, and Anggraheni, ‘BERBAGAI BERKAH BID’AH NYADRAN (INOVASI PEMBELAJARAN AGAMA) DALAM BUDAYA ISLAM JAWA’, CULTURE, 5.1 (2018), 1–25

Farhan, Ahmad, and Deden Bagus Saputra, ‘Makna Kafir Dalam Al-Qur ‘ an : Studi Komparatif Penafsiran Ibnu Katsir Dan Quraish Shihab Abstrak :’, El-Afkar, 10.5 (2021), 67–83

Farih, Amin, ANALISIS PEMIKIRAN ABDULLAH BIN BAZ DAN SAYYID MUHAMMAD AL-MALIKY (Mencari Titik Kesepakatan Sunny & Wahaby Melalui Metodologi Istinbat Hukum) (Semarang, 2014)

Hanisah, ‘PENAFSIRAN SYEKH AL-'UTSAIMIN TERHADAP AYAT- AYAT BID’AH DALAM AL-QUR’AN’, AT-TIBYAN, 3.1 (2020), 70–84

Hanisah, Siti, PENAFSIRAN SYEKH AL-'UTSAIMIN TERHADAP AYAT-AYAT BID’AH DALAM AL-QUR’AN, 2020

Ida Mufidah, Muhammad Fathoni Hasyim, ‘Menelisik Corak Khas Penafsiran Nusantara (Studi Kasus Tafsir Marāḥ Labīd Karya Syaikh Nawawi Al-Bantani)’, Nun, 7.1 (2021), 141–62

Ihsan, Muhammad Nur, ‘STUDI KORELASI BAB: PERINTAH PENGIKUTI SUNNAH DAN LARANGAN MELAKUKAN BID’AH DALAM KITAB “RIYADUS SOLIHIN” DENGAN TEMA TAUHID ULUHIYYAH” (Studi Analisa Konten)’, Jurnal Dirasat Islamiyah, 2.2 (2015), 35–68

Irfannuddin, Muhammad, and Dadang Darmawan, ‘The Tradition of The Grave Pilgrimage According to The Hadīth of The Prophet Tradisi Ziarah Kubur Menurut Hadis Nabi Saw’, Gunung Djati Conference Series, 4 (2021), 276–87

Jamal, Fauzun, ‘PRO-KONTRA PEMAHAMAN GERAKAN ANTI-BID’AH KELOMPOK SALAFI’, Indo-Islamika, 8.1 (2018), 23–37

Katih, Ismaie, D Ph, Numan Hayimasae, and D Ph, ‘Pemikiran Tuan Guru Haji Sulong Al-Fatoni Terhadap Tradisi Maulid Nabi ( SAW ): Kajian Terhadap Kitab Cahaya Islam Gugusan Maulid Sayyid Al- Anam Tuan Guru Haji Sulong Al-Fatoni ‘ s Thoughts on the Maulid Nabi ( SAW ) Tradition : A Study on Cahaya Islam G’, AL-NUR, 15.29 (2020), 73–90

Kholilurrahman, ‘Sufisme Dalam Tasir Nawawi’, pp. 1–107

Khuluqi, Hasanal, ‘PENAFSIRAN ULI AL-AMR PADA KITAB MARĀḤ LABĪD KARYA NAWAWI AL-BANTANI’, QOF: Jurnal Studi Al-Qur’an Dan Tafsir, 15.2 (2020), 217–28 <https://doi.org/10.30762/qof.v4i2>

Latifah, Bela Zahratul, STUDI PERBANDINGAN ANTARA KITAB SYARḤ AL˗ARBA’ĪN AN˗NAWAWIYAH KARYA MUHAMMAD BIN ṢALIḤ UṠ IMĪN DENGAN KITAB AL-WĀFĪ KARYA MUṢṬ FĀ DĪB BUGĀ (SEMARANG, 2018)

Madali, Endang, ‘REFORMISME HUKUM: PENGAMALAN AGAMA PERSPEKTIF SALAFI WAHABI’, Jurnal Res Justitia: Jurnal Ilmu Hukum, 1.1 (2021), 126–56

Mahmudi, Wildana Latif, ‘PERTUMBUHAN ALIRAN-ALIRAN DALAM ISLAM DAN HISTORINYA’, Bangun Rekaprima, 5.2 (2019), 78–86

Mu’awwanah, Nafisatul, ‘KONSTRUKSI PEMAHAMAN MASYARAKAT TERHADAP HADIS “KULLU BID’ATIN DLALĀLAH”‘, Jurnal Studi Ilmu-Ilmu Al-Qur’an Dan Hadis, 17.2 (2016), 161–88

Muhsin, Masrukhin, and Ahmad Husin, ‘GENDER MENURUT IMAM NAWAWI DALAM TAFSIR MUNIR’, 07.1 (2013), 53–84

Muqoddas, Ali, Abstrak Tulisan, Martin Van Bruinessen, Ulama Islam, Kata Kunci, and Kitab Kuning, ‘SYEIKH NAWAWI AL-BANTANI AL-JAWI’, Jurnal Tarbawi, 11.1 (2014), 1–19

Muttaqin, Tsalis, ‘KHAZANAH TAFSIR NUSANTARA: KAJIAN ATAS PENAFSIRAN NAWAWI BANTEN TERHADAP SURAH AL-FATIHAH DALAM MARĀḤ LABĪD’, Maghza, 2.1 (2017), 85–92

Nadia, Zunly, ‘Perilaku Keagamaan Komunitas Muslim Di Indonesia ( Pemahaman Hadis Dalam NU Dan Komunitas Salafi Wahabi Di Indonesia ) 1’, JURNAL LIVING HADIS, 2.2 (2017), 141–77

Nasruddin, ‘PERAYAAN MULID NABI MUHAMMAD SAW MEMANG BID’AH’, AL-WATHAN: Jurnal Ilmu Syariah, 1.1 (2020)

Nazaruddin, ‘BID’AH PERSPEKTIF PARA ULAMA’, Al-Mabhats Jurnal Penelitian Sosial Agama, 2.2 (2017), 155–75

Nur, Faisal Muhammad, ‘BID’AH DALAM PERSPEKTF FUQAHA’ DITINJAU DARI SEGI AL-SUNNAH’, Al-Mu’Ashirah, 14.1 (2017), 56–63

Nurzakka, Muhammad, ‘Study of Tanqih Al-Qaul Al-Hatsits: The Book of Sheikh Nawawi Al-Bantani’, Jurnal Living Hadis, 6.1 (2021), 21–48 <https://doi.org/10.14421/livinghadis.2021.2356>

Parhani, Aan, ‘METODE PENAFSIRAN SYEKH NAWAWI AL-BANTANI DALAM TAFSIR MARĀḤ LABĪD’, Tafsere, 1.1 (2013), 1–22

Pransiska, Toni, ‘PENDIDIKAN ISLAM TRANSFORMATIF SYEIKH NAWAWI AL-BANTANI: UPAYA MEWUJUDKAN GENERASI RELIGIUS-SAINTIFIK’, Jurnal Ilmiah DIDAKTIKA, 18.2 (2018), 172–88

Rachmadhani, Fajar, ‘Konsep Bid’ah Perspektif Muhammadiyah; Kajian Fatwa Majelis’, Kalimah: Jurnal Studi Agama-Agama Dan Pemikiran Islam, 18.1 (2020), 77–102

Rijali, Ahmad, ‘Analisis Data Kualitatif’, Jurnal Alhadharah, 17.33 (2018), 81–95

Setiawan, Aji, ‘SUMBER HUKUM ISLAM MENURUT DOKTRIN AHLUS SUNNAH WAL JAMA’AH’, THE INTERNATIONAL JOURNAL OF PEGON:: ISLAM NUSANTARA CIVILIZATION, 5.1 (2021), 1–24

Shihab, M. Quraish, Tafsir Al-Misbah: Pesan, Kesan Dan Keserasian Al-Qur’an (Lentera Hati, 2005)

Sugara, Robi, ‘REINTERPRETASI KONSEP BID’AH DAN FLEKSIBILITAS HUKUM ISLAM MENURUT HASYIM ASYARI Robi’, Asy-Syari’Ah, 19.1 (2017), 37–48

Supani, ‘PROBLEMATIKA BID’AH: KAJIAN TERHADAP DALIL DAN ARGUMEN PENDUKUNG SERTA PENOLAK ADANYA BID’AH HASANAH’, JURNAL PENELITIAN AGAMA, 9.2 (2008), 1–19

Susanto, Nanang Hasan, ‘REINTERPRETASI KONSEP BIDAH MENUJU ISLAM TRANSFORMATIF’, MADANIA, 21.2 (2010), 235–46

Suwarjin, ‘Biografi Intelektual Syekh Nawawi Al-Bantani’, Tsaqofah & Tarikh, 2.2 (2017), 189–202

Syed Mohd Jeffri bin Syed Jaafar, Saadan bin Man, ‘TEORI BID ‘ AH DALAM HUKUM SYARA ‘: ANALISIS TERHADAP PANDANGAN AL-SHATIBI ( 790 H )’, ISLAC, 2013, 180–91

Ubaidillah, ‘KONSEP TEOLOGI DIAKLETIS SYEKH NAWAWI AL BANTANI Upaya Preventif Radikalisme Atas Eksistensi Kemajemukan Di Nusantara’, Kontemplasi, 5.1 (2017), 209–33

Zaiyad Zubaidi, Mohamad Shafawi., ‘KONSEP BID’AH MENURUT IMAM NAWAWI DAN SYEKH ABDUL AZIZ BIN BAZ’, Jurnal Dusturiah, 9.1 (2020), 60–83

Zuhro, Rifatuz, ‘Tokoh Syekh Nawawi Banten Dan Beberapa Pemikiran’, 2016, pp. 1–23 <https://www.nu.or.id/post/read/75140/syekh-nawawi>

Zulfikar, Eko, ‘KHAZANAH TASAWUF NUSANTARA : Telaah Atas Pemikiran Maqāmāt Tasawuf Nawawi Al-Bantani Dalam Kitab Salālim Al-Fuḍalā ‘‘, Spiritualita, 4.1 (2020), 1–16

Downloads

Published

2022-06-13

How to Cite

Fawaid, A. ., & Karimah, V. . (2022). IDEOLOGICAL BIASES IN THE QURANIC EXEGESIS:: Nawawi al-Bantani and Muhammad Uthaimin’s Views on Heresy. TAJDID: Jurnal Ilmu Ushuluddin, 21(1), 53–80. https://doi.org/10.30631/tjd.v21i1.239