EKSISTENSI FORUM BANGUN ACEH DALAM MENDAMPINGI LIVELIHOOD DISABILITAS

(Tinjauan Teologi Sosial)

Authors

  • Dara Maisun UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Indonesia
  • Roma Ulinnuha UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.30631/tjd.v21i1.242

Keywords:

disabilitas, pengembangan diri, teologi sosial

Abstract

The purpose of this paper is to look at and reflect back on how religion, government, institutions, and society should view people with disabilities. The Bangun Aceh Forum is a facilitator for the sustainability of the livelihoods of people with disabilities so that they can continue to be productive and hone their abilities. This study applying a qualitative method, the study show that as a social institution and has a focus on developing marginalized communities towards a more secure direction, the provision of infrastructure is provided with the needs and conditions of disability. So far, the mention of disability describes disability in a broad context, even though people who experience mental problems can also be categorized as disabilities. There are no different ways of handling physical and non-physical disabilities. In the study of theology, persons with disabilities are a group of people who must be accepted in social life without labels and differences physically or mentally. However, in fact, the disabled until now continue to receive labels that are not good and have not changed from time to time where people think that people with disabilities are very dependent on humans with normal physical conditions and are not independent, and the talents they have are often neglected because they do not have the space and resources. place in people's lives. it is not uncommon to find people with disabilities who desperately choose to become beggars. Both physical and non-physical disabilities from time to time will continue to receive discriminatory treatment from the community, whether consciously or unconsciously. The provision, attention and understanding of disability self still needs to be improved in the socialization of social communities in order to understand the real concept and meaning of disability.

 

Tujuan tulisan ini adalah untuk melihat dan merefleksikan kembali bagaimana seharusnya agama, pemerintah, lembaga, dan masyarakat dalam memandang kaum disabilitas. Forum Bangun Aceh menjadi fasilitaor bagi keberlangsungan livelihood penyandang disabilitas agar terus produktif dan mengasah kemampuan yang dimilikinya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, hasil menunjukkan bahwa sebagai lembaga sosial yang memiliki fokus untuk pengembangan masyarakat marjinal ke arah yang lebih menjamin, penyediaan sarana-prasarana yang diberikan dengan kebutuhan dan kondisi disabilitas. Di tengah kerancuan penyebutan disabilitas, orang dengan gangguan jiwa juga dapat dikategorikan sebagai disabilitas. Terlebih lagi cara penanganan penanganan yang dilakukan terhadap disabilitas fisik dan non-fisik tidak dibedakan. Pada kajian ilmu teologi, penyandang disabilitas adalah kelompok masyarakat yang harus diterima dalam kehidupan sosial tanpa label dan perbedaan secara fisik maupun secara mental. Namun nyatanya para difabel samapi saat ini terus mendapatkan labelling yang tidak baik dan tidak berubah darai masa kemasa di mana masyarakat menganggap kelompok diabilitas hidupnya sangat tergantung pada manusia dengan kondisi fisik yang normal dan tidak mandiri, dan bakat yang mereka miliki seringkali terabaikan karena tidak memiliki ruang dan tempat dalam kehidupan masyarakat. tak jarang menemukan para disabilitas yang putus asa memilih menjadi pengemis. Baik disabilitas fisik maupun non-fisik dari masa-kemasa akan terus mendapatkan perlakuan diskriminasi dari masyarakat baik dilakuan secara sadar maupun secara tidak sadar. Pembekalan, perhatian dan pemahaman akan diri disabilitas masih sangat perlu di tinggkatkan lagi bagi masyarakat sosial agar memahami konsep dan arti diri disabilitas yang sesungguhnya.

References

Akbari, M Aqil. “Peran Pekerja Sosial Dalam Penanganan Kelompok Disabilitas Di Kabupaten Aceh Singkil,” 2021.

Andrianto, Ahmad. “Fakultas Ushuluddin Dan Humaniora Universitas Islam Walisongo Semarang,” 2021.

Asrun, Andi Muhammad, Abdu Rahmat Rosyadi, and Yennie K Milono. “Mempertanyakan Legalitas Qanun Aceh: Sesuaikah Dengan Sistem Peraturan Perundang-Undangan.” Kanun Jurnal Ilmu Hukum 21, no. 2 (2019): 273–94.

Devi, Devi, Ivan Ivan, and Frans Paillin Rumbi. “Peran Gereja Dalam Memberdayakan Penyandang Disabilitas Di Gereja Toraja Jemaat Kaero.” KINAA: Jurnal Kepemimpinan Kristen Dan Pemberdayaan Jemaat 2, no. 1 (2021).

Fahmi, Azzid Anul. “Persepsi Keluarga Penyandang Disabilitas Tentang Konsep,” 2020.

Fardhiya, Zaki. “Urgensi Konseling Karier Terhadap Remaja Difabel Untuk Mempersiapkan Diri Dalam Dunia Kerja (Studi Deskriptif Analisis Di Yayasan Bukesra Kota Banda Aceh).” UPT. PERPUSTAKAAN, 2020.

Hayon, Yohanes Wele. “Disabilitas Dalam Teologi Katolik: Dari Liberalisme Ke Politik Kasih.” Inklusi 6, no. 2 (2019): 235–58.

Hutagalung, Novriana Gloria. “Posisi Penting Orang Difabel Dalam Masyarakat | The Important Place Of People With Disabilities In Society.” Jurnal Ledalero 17, no. 2 (2018): 159–76.

Kasim, E R, ASMIN Fransiska, MIMI Lusli, and SIRADJ Okta. “Analisis Situasi Penyandang Disabilitas Di Indonesia: Sebuah Desk-Review.” Pusat Kajian Disabilitas, Fakultas Ilmu-Ilmu Sosial Dan Politik Universitas Indonesia, 2010, 15.

Lawalata, Pdt Rosalina S, and M Th. Disabilitas Sebagai Ruang Berteologi: Sebuah Sketsa Membangun Teologi Disabilitas Dalam Konteks GPIB. PT Kanisius, 2021.

Maftuhin, Arif, Waryono Abdul Ghafur, Ahmad Muttaqin, Sri Handayana, Cut Rezha Nanda Keumala, Anwari Nuril Huda, and Achmad Siddicq. Islam Dan Disabilitas: Dari Teks Ke Konteks. Gading, 2020.

Miraji, Theodorus. “Pandangan Teologi Terhadap Kaum Disabailitas Dan Implementasinya Bagi Gereja Masa Kini.” Sagacity Journal of Theology and Christian Education 1, no. 2 (2021): 65–86.

Muliadi, Ab, and Yusri Yusri. “Perlindunagn Hak Konsumen Penyandang Disabilitas Terhadap Layanan Transportasi Trans Koetaraja (Suatu Penelitian Di Kota Banda Aceh Dan Aceh Besar).” Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bidang Hukum Keperdataan 4, no. 3 (2020): 410–22.

Munir, Abdul, and Zuhdi Budiman. “Hubungan Lokus Kendali Internal Dan Dukungan Sosial Dengan Kesejahteraan Psikologis Pada Penyandang Disabilitas Di Aceh Tengah,” 2017.

Qonita, Rizka, and Dahlia Dahlia. “Hubungan Penerimaan Diri Dengan Harga Diri Pada Pengemis Di Kota Banda Aceh.” Seurune: Jurnal Psikologi Unsyiah 2, no. 1 (2019): 33–49.

Ridho, Miftahur. “Pandangan Islam Tentang Kesejahteraan Sosial Bagi Kelompok Penyandang Disabilitas.” Jurnal Al-Bayan: Media Kajian Dan Pengembangan Ilmu Dakwah 23, no. 1 (2017).

Rizkiya, Putra, Myna Agustina Yusuf, and Irin Caisarina. “Akses Penyandang Disabilitas Terhadap Layanan Dan Fasilitas Transportasi Publik Di Kota Banda Aceh.” Arsitekno 8, no. 1 (2021): 37–44.

Sabila, Caesi Mutiara Datu, Muhammad Nasir, and Eny Dameria. “Tugas Dan Fungsi Dinas Sosial Dalam Melindungi Anak Terlantar Berkebutuhan Khusus Disabilitas Mental Berdasarkan Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2013 Tentang Kesejahteraan Sosial (Studi Penelitian Di Kabupaten Aceh Utara).” Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Malikulssaleh 5, no. 1 (2022): 21–30.

Sani, Dian Riska, and Efendi Efendi. “Pelaksanaan Tugas Dan Fungsi Dinas Sosial Dalam Penyediaan Fasilitas Bagi Penyandang Disabilitas Di Kota Banda Aceh.” Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bidang Hukum Kenegaraan 2, no. 3 (2018): 523–33.

Shofa, Abd Mu’id Aris, Bagus Riyono, and Sri Rum Giyarsih. “Peran Pemuda Dalam Pendampingan Mahasiswa Difabel Dan Implikasinya Terhadap Ketahanan Pribadi Pemuda (Studi Di Pusat Layanan Difabel (PLD) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta).” Jurnal Ketahanan Nasional 22, no. 2 (2016): 199–216.

Suhendra, Adi. “Strategi Pemerintah Kota Banda Aceh Dan Kota Surakarta Dalam Mewujudkan Kota Ramah Disabilitas.” Matra Pembaruan: Jurnal Inovasi Kebijakan 1, no. 3 (2017): 131–42.

Syahrial, Syahrial, and Husni Jalil. “Pelaksanaan Kewenangan Satuan Polisi Pamong Praja Kota Banda Aceh Dalam Gelandangan Dan Pengemis.” Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bidang Hukum Kenegaraan 5, no. 3 (2021): 209–17

Downloads

Published

2022-06-22

How to Cite

Maisun, D., & Ulinnuha, R. . (2022). EKSISTENSI FORUM BANGUN ACEH DALAM MENDAMPINGI LIVELIHOOD DISABILITAS: (Tinjauan Teologi Sosial). TAJDID: Jurnal Ilmu Ushuluddin, 21(1), 81–107. https://doi.org/10.30631/tjd.v21i1.242